Ejakulasi Dini: Kapan Masih Normal dan Kapan Perlu Ditangani
Ejakulasi dini adalah ejakulasi yang terjadi lebih cepat dari yang diinginkan, hampir setiap kali berhubungan, sulit ditahan, dan menimbulkan rasa tertekan. Secara medis, para ahli menggunakan patokan waktu sekitar satu menit setelah penetrasi untuk ejakulasi dini sejak awal kehidupan seksual. Kondisi ini sangat umum dan bisa ditangani dengan pendekatan perilaku, konseling, maupun obat yang diresepkan dokter.
Berapa Lama yang Dianggap Normal?
Tidak ada durasi yang "wajib" dicapai. Banyak pria mengira hubungan seks yang normal harus berlangsung sangat lama, padahal gambaran itu sering berasal dari film, bukan kenyataan. Yang penting adalah apakah Anda dan pasangan merasa puas.
International Society for Sexual Medicine (ISSM) membedakan dua jenis [1]:
- Ejakulasi dini seumur hidup. Sejak pengalaman seksual pertama, ejakulasi selalu atau hampir selalu terjadi sebelum penetrasi atau dalam waktu sekitar satu menit setelah penetrasi vagina.
- Ejakulasi dini yang didapat. Sebelumnya normal, lalu waktunya berkurang secara bermakna, sering menjadi sekitar tiga menit atau kurang.
Pada kedua jenis, kriteria pentingnya sama: tidak mampu menunda ejakulasi pada semua atau hampir semua penetrasi, serta menimbulkan dampak negatif seperti rasa tertekan, kesal, frustrasi, atau menghindari hubungan intim [1].
Seberapa Umum Ejakulasi Dini?
Ejakulasi dini disebut sebagai gangguan seksual pria yang paling umum [3]. Banyak pria pernah mengalaminya sesekali, misalnya saat sangat bersemangat, setelah lama tidak berhubungan, atau dengan pasangan baru. Pengalaman sesekali seperti ini wajar dan tidak otomatis berarti gangguan.
Yang memenuhi kriteria medis jumlahnya lebih sedikit, tetapi tetap cukup banyak. Sayangnya, rasa malu membuat banyak pria tidak pernah membicarakannya dengan dokter.
Keluhan ini juga bisa berubah seiring waktu. Pria dengan ejakulasi dini yang didapat lebih sering juga mengalami gangguan ereksi dan penyakit penyerta [1], dan stres atau konflik dengan pasangan juga dapat ikut berperan. Karena itu, kapan dan dalam situasi apa keluhan pertama kali muncul adalah informasi penting untuk diceritakan kepada dokter.
Apa Penyebabnya?
Penyebab ejakulasi dini biasanya gabungan beberapa faktor:
- Psikologis. Kecemasan performa, stres, masalah hubungan, atau pengalaman seksual awal yang terburu-buru.
- Biologis. Diduga berkaitan dengan perbedaan pengaturan zat kimia otak seperti serotonin, kepekaan saraf, dan faktor bawaan.
- Kondisi medis. Gangguan ereksi dan penyakit penyerta lebih sering ditemukan pada pria dengan ejakulasi dini yang didapat [1], sedangkan gangguan tiroid dan peradangan prostat juga perlu diperiksa oleh dokter. Pria yang khawatir ereksinya hilang kadang tanpa sadar terburu-buru.
Karena penyebabnya beragam, penanganan yang tepat dimulai dari evaluasi yang tepat.
Pilihan Penanganan yang Tersedia
Kabar baiknya, ejakulasi dini bisa ditangani. Pilihannya antara lain:
- Teknik perilaku. Metode stop and start atau teknik menekan membantu pria mengenali dan mengendalikan titik menjelang ejakulasi.
- Latihan otot dasar panggul. Dalam satu studi kecil tanpa kelompok pembanding pada 40 pria dengan ejakulasi dini seumur hidup, sebagian besar peserta lebih mampu mengendalikan ejakulasi setelah latihan otot dasar panggul selama 12 minggu [3].
- Konseling dan terapi pasangan. Mengurangi kecemasan dan memperbaiki komunikasi.
- Obat dari dokter. Pedoman ISSM memuat rekomendasi pengobatan dengan obat, terapi psikologis, maupun kombinasi keduanya, dan pemilihannya harus disesuaikan dengan kondisi serta riwayat kesehatan Anda [2].
Hati-Hati dengan Semprotan dan Pil Daring
Produk penunda yang dijual bebas atau daring sering tidak jelas kandungan maupun takarannya. Beberapa produk bisa membuat mati rasa berlebihan pada Anda maupun pasangan, sementara produk ilegal bisa mengandung bahan kimia obat yang berisiko, terutama bagi pria dengan penyakit jantung atau yang sedang minum obat tertentu. Lebih aman mendapatkan penanganan dari dokter yang memahami kondisi Anda.
Mitos dan Fakta Seputar Ejakulasi Dini
- Mitos: Pria normal harus bisa bertahan lebih dari setengah jam. Fakta: Gambaran itu berasal dari film. Penelitian di lima negara dengan pengukuran stopwatch menemukan nilai tengah waktu dari penetrasi hingga ejakulasi sekitar 5,4 menit, dengan rentang 0,55 sampai 44,1 menit [4].
- Mitos: Ejakulasi dini tanda kurang jantan. Fakta: Ini kondisi medis yang umum, dengan penyebab biologis dan psikologis, bukan ukuran kejantanan.
- Mitos: Ejakulasi dini tidak bisa diobati. Fakta: Ada banyak pilihan penanganan yang efektif, dari teknik perilaku sampai obat dari dokter.
- Mitos: Cukup minum jamu penunda. Fakta: Produk penunda yang tidak jelas izinnya bisa mengandung bahan kimia obat yang berbahaya.
Peran Pasangan dalam Penanganan
Ejakulasi dini bukan hanya urusan pria. Pasangan yang merasa tidak puas kadang menyimpan kecewa, sementara pria menyimpan malu, sehingga keduanya saling menjauh. Melibatkan pasangan dalam konsultasi dianjurkan, karena teknik perilaku umumnya dilatih bersama pasangan. Fokus pada keintiman dan bentuk kepuasan lain di luar penetrasi juga membantu menurunkan tekanan, dan tekanan yang turun sering membuat kendali membaik.
Kapan Harus ke Dokter?
Periksakan diri bila:
- Ejakulasi terlalu cepat terjadi hampir setiap kali berhubungan.
- Keluhan membuat Anda atau pasangan tertekan, atau Anda mulai menghindari hubungan.
- Keluhan muncul bersamaan dengan sulit ereksi.
- Muncul nyeri saat ejakulasi, gangguan berkemih, atau tanda gangguan tiroid seperti berdebar dan berat badan turun tanpa sebab.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Berapa menit hubungan seks yang normal?
Tidak ada durasi baku. Secara medis, ejakulasi dini seumur hidup dipakai patokan sekitar satu menit setelah penetrasi, disertai sulit menahan dan rasa tertekan.
Apakah ejakulasi dini bisa sembuh?
Banyak pria mengalami perbaikan bermakna dengan teknik perilaku, konseling, dan obat dari dokter. Pedoman ISSM juga membahas penanganan gabungan antara obat dan terapi psikologis, yang dapat dipertimbangkan sesuai kondisi masing masing pria [2].
Apakah ejakulasi dini menyebabkan pasangan sulit hamil?
Selama ejakulasi terjadi di dalam vagina, kehamilan tetap mungkin. Namun bila Anda juga sedang berusaha punya anak, evaluasi kesuburan bersama pasangan tetap dianjurkan.
Apakah boleh memakai semprotan penunda dari toko daring?
Sebaiknya tidak tanpa saran dokter. Kandungan dan takarannya sering tidak jelas, dan produk ilegal bisa mengandung bahan berbahaya.
Dokter apa yang menangani ejakulasi dini?
Dokter spesialis andrologi atau urologi menangani sisi medis, sedangkan psikolog membantu bila kecemasan atau masalah hubungan ikut berperan.
Di MACHOS, ejakulasi dini ditangani secara privat oleh dokter andrologi bersama tim psikologi, dengan pendekatan yang disesuaikan untuk Anda dan pasangan. Jadwalkan konsultasi melalui WhatsApp MACHOS.
Referensi
- Serefoglu EC, McMahon CG, Waldinger MD, dkk. An evidence-based unified definition of lifelong and acquired premature ejaculation: report of the second international society for sexual medicine ad hoc committee for the definition of premature ejaculation. Sex Med. 2014;2(2):41-59. doi:10.1002/sm2.27 · PubMed 25356301
- Althof SE, McMahon CG, Waldinger MD, dkk. An Update of the International Society of Sexual Medicine's Guidelines for the Diagnosis and Treatment of Premature Ejaculation (PE). Sex Med. 2014;2(2):60-90. doi:10.1002/sm2.28 · PubMed 25356302
- Pastore AL, Palleschi G, Fuschi A, dkk. Pelvic floor muscle rehabilitation for patients with lifelong premature ejaculation: a novel therapeutic approach. Ther Adv Urol. 2014;6(3):83-8. doi:10.1177/1756287214523329 · PubMed 24883105
- Waldinger MD, Quinn P, Dilleen M, dkk. A multinational population survey of intravaginal ejaculation latency time. J Sex Med. 2005;2(4):492-7. doi:10.1111/j.1743-6109.2005.00070.x · PubMed 16422843