Depresi pada Pria Bisa Muncul sebagai Marah, Tidak Selalu Sedih
Depresi pada pria sering tidak terlihat seperti kesedihan. Banyak pria yang depresi justru tampak mudah marah, gelisah, bekerja berlebihan, menarik diri, atau minum alkohol lebih banyak dari biasanya. Karena tandanya tidak khas, depresi pada pria sering terlambat dikenali, padahal kondisi ini bisa diobati dengan psikoterapi dan obat yang efektif [3].
Mengapa Depresi pada Pria Sering Tidak Terlihat?
Sejak kecil, banyak laki-laki diajari untuk tidak menangis, tidak mengeluh, dan menyelesaikan masalah sendiri. Akibatnya, rasa sedih dan tidak berdaya jarang diungkapkan secara langsung. Para ahli menduga perasaan itu tetap ada, tetapi keluar dalam bentuk lain yang lebih "diterima", seperti marah atau sibuk.
Selain itu, kriteria diagnosis depresi yang umum dipakai lebih menekankan gejala klasik seperti sedih dan kehilangan minat, sehingga gejala yang lebih sering muncul pada pria bisa terlewat [1]. Pria yang tidak menunjukkan gejala tersebut mudah dianggap baik-baik saja, baik oleh orang lain maupun oleh dirinya sendiri. Di sisi lain, pria juga cenderung menunda pergi ke dokter, sehingga keluhan baru diperiksa ketika sudah berat.
Sebuah analisis survei kesehatan jiwa nasional di Amerika Serikat menemukan pria lebih sering melaporkan serangan marah, penyalahgunaan zat, dan perilaku berisiko. Ketika gejala khas pria ini digabungkan dengan gejala depresi klasik, perbedaan angka depresi antara pria dan wanita menghilang [1].
Tanda Depresi yang Sering Muncul pada Pria
Selain gejala umum seperti kehilangan minat, sulit tidur, dan mudah lelah, perhatikan tanda-tanda berikut:
- Mudah tersinggung, cepat marah, atau meledak karena hal kecil.
- Bekerja terus-menerus seolah menghindari waktu luang atau pulang ke rumah.
- Minum alkohol, merokok, atau berjudi lebih banyak dari biasanya.
- Mengambil risiko yang tidak perlu, misalnya mengebut di jalan.
- Menarik diri dari keluarga dan teman, atau merasa hampa.
- Keluhan fisik tanpa sebab yang jelas, seperti sakit kepala, nyeri otot, atau gangguan pencernaan.
- Gairah seksual menurun atau muncul masalah ereksi.
Satu atau dua tanda belum tentu depresi. Namun bila beberapa tanda berlangsung lebih dari dua minggu dan mengganggu pekerjaan atau hubungan, sebaiknya dievaluasi.
Hubungan Depresi dengan Kesehatan Seksual
Depresi dan kehidupan seksual saling memengaruhi. Depresi bisa menurunkan gairah dan memicu masalah ereksi, sementara masalah seksual yang berlarut bisa memperburuk rasa tidak berharga. Sebagian obat antidepresan juga dapat memengaruhi fungsi seksual [2], sehingga penting untuk membicarakannya secara terbuka dengan dokter agar terapi bisa disesuaikan, bukan dihentikan sendiri.
Mitos dan Fakta Seputar Depresi pada Pria
- Mitos: Pria yang kuat tidak bisa depresi. Fakta: Depresi adalah kondisi medis yang bisa dialami siapa saja, termasuk pria yang terlihat paling tangguh.
- Mitos: Kalau tidak menangis berarti tidak depresi. Fakta: Pada pria, depresi sering muncul sebagai marah, gelisah, atau menarik diri.
- Mitos: Mencari bantuan berarti lemah. Fakta: Mencari bantuan adalah langkah yang membutuhkan keberanian dan menunjukkan tanggung jawab terhadap diri sendiri serta keluarga.
- Mitos: Depresi akan hilang sendiri jika disibukkan. Fakta: Menyibukkan diri bisa menutupi gejala sementara, tetapi depresi yang tidak ditangani dapat berlangsung lama, kambuh, atau memburuk.
Pilihan Penanganan
Depresi bisa ditangani, dan tersedia pengobatan yang efektif berupa psikoterapi dan obat [3]. Pilihannya antara lain:
- Psikoterapi. Misalnya terapi kognitif perilaku untuk mengenali pola pikir yang menjebak dan membangun cara mengatasi masalah yang lebih sehat.
- Obat dari psikiater. Diberikan sesuai tingkat keparahan dan dipantau secara berkala.
- Perubahan gaya hidup. Olahraga teratur, tidur cukup, membatasi alkohol, dan tetap terhubung dengan orang terdekat.
Psikoterapi adalah penanganan pertama, dan pada depresi sedang sampai berat psikoterapi dapat dikombinasikan dengan obat antidepresan [3]. Yang terpenting adalah langkah pertama: bercerita kepada orang yang tepat.
Cara Memulai Bicara Soal Kesehatan Mental
Bagi banyak pria, bagian tersulit adalah memulai. Beberapa cara yang sering membantu:
- Mulai dari keluhan fisik. Ceritakan sulit tidur, lelah, atau gairah yang menurun kepada dokter, lalu biarkan dokter membantu menelusuri penyebabnya.
- Pilih satu orang yang dipercaya, misalnya pasangan, saudara, atau sahabat, dan ceritakan sedikit demi sedikit.
- Tuliskan apa yang dirasakan selama beberapa hari. Catatan ini memudahkan saat bercerita kepada psikolog atau psikiater.
- Ingat bahwa konsultasi bersifat rahasia. Tidak ada yang perlu tahu tanpa izin Anda.
Kapan Harus ke Dokter?
Cari bantuan profesional bila:
- Perasaan hampa, marah, atau tidak bersemangat berlangsung lebih dari dua minggu.
- Pekerjaan, hubungan, atau kehidupan seksual mulai terganggu.
- Konsumsi alkohol atau zat lain meningkat untuk menenangkan diri.
- Muncul pikiran bahwa hidup tidak ada artinya.
Jika Anda atau orang terdekat memiliki pikiran untuk mengakhiri hidup atau menyakiti diri sendiri, segera cari pertolongan dengan datang ke IGD terdekat, menghubungi layanan darurat 119 atau 112, atau menghubungi orang yang Anda percayai. Anda tidak sendirian, dan kondisi ini bisa ditangani.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apa tanda depresi pada pria?
Selain sedih dan kehilangan minat, pria sering menunjukkan mudah marah, kerja berlebihan, menarik diri, minum alkohol lebih banyak, atau keluhan fisik tanpa sebab jelas.
Apakah depresi bisa memengaruhi gairah seksual?
Bisa. Depresi sering disertai gairah yang menurun dan masalah ereksi. Keluhan ini dapat membaik bila depresi tertangani, tetapi sebagian obat antidepresan justru dapat menimbulkan gangguan seksual [2], jadi sampaikan keluhan ini kepada dokter agar obat bisa disesuaikan.
Apakah depresi pada pria bisa sembuh?
Bisa. Dengan psikoterapi, obat bila diperlukan, dan dukungan orang terdekat, banyak pria pulih dan kembali menjalani hidup dengan baik.
Apa bedanya psikolog dan psikiater?
Psikolog klinis melakukan asesmen psikologis, konseling, dan psikoterapi. Psikiater adalah dokter spesialis yang dapat mendiagnosis gangguan jiwa dan meresepkan obat, dan keduanya sering bekerja bersama.
Bagaimana cara membantu pasangan atau teman pria yang depresi?
Dengarkan tanpa menghakimi, ajak bicara pada waktu yang tenang, dan dorong ia untuk berkonsultasi. Bila muncul pikiran menyakiti diri, segera bantu ia mendapatkan pertolongan.
Di MACHOS, psikiater dan psikolog siap mendampingi pria yang sedang berjuang dengan depresi, stres, atau tekanan hidup, secara profesional dan rahasia. Jadwalkan konsultasi melalui WhatsApp MACHOS.
Referensi
- Martin LA, Neighbors HW, Griffith DM. The experience of symptoms of depression in men vs women: analysis of the National Comorbidity Survey Replication. JAMA Psychiatry. 2013;70(10):1100-6. doi:10.1001/jamapsychiatry.2013.1985 · PubMed 23986338
- Serretti A, Chiesa A. Treatment-emergent sexual dysfunction related to antidepressants: a meta-analysis. J Clin Psychopharmacol. 2009;29(3):259-66. doi:10.1097/JCP.0b013e3181a5233f · PubMed 19440080
- World Health Organization. Depressive disorder (depression). Fact sheet. who.int