2026-10-14

Usia Ayah Juga Berpengaruh: Jam Biologis Pria Itu Nyata

Usia Ayah Juga Berpengaruh: Jam Biologis Pria Itu Nyata

Jam biologis tidak hanya berlaku bagi wanita. Seiring bertambahnya usia, kualitas sperma pria menurun secara bertahap, waktu yang dibutuhkan pasangan untuk hamil cenderung lebih lama, dan jumlah mutasi genetik baru yang diturunkan melalui sperma ikut bertambah. Penurunannya jauh lebih perlahan dibanding wanita dan risiko absolutnya tetap kecil, tetapi usia ayah layak diperhitungkan saat merencanakan keluarga.

Pria Memang Tetap Memproduksi Sperma, Tapi...

Berbeda dengan wanita yang memiliki jumlah sel telur terbatas sejak lahir, pria memproduksi sperma baru sepanjang hidupnya. Inilah sebabnya banyak orang mengira kesuburan pria tidak dipengaruhi usia. Kenyataannya, kualitas proses produksi itu ikut menua.

Pada pria yang lebih tua, penelitian menunjukkan volume air mani, gerak sperma, dan proporsi sperma berbentuk normal cenderung menurun. Kerusakan DNA di dalam sperma juga cenderung meningkat [1]. Perubahan ini terjadi bertahap dan sangat bervariasi antara satu pria dengan pria lain.

Pengaruh Usia Ayah pada Peluang Hamil

Usia ayah yang lebih tua dikaitkan dengan waktu yang lebih lama sampai pasangan berhasil hamil [2]. Sebuah meta-analisis menemukan risiko keguguran sekitar 20 sampai 40 persen lebih tinggi pada ayah berusia 40 tahun ke atas dibanding ayah berusia 25 sampai 29 tahun, meski pengaruhnya lebih kecil dibanding usia ibu dan pengaruh usia ibu belum bisa sepenuhnya disingkirkan [3].

Belum ada batas usia yang disepakati. Banyak penelitian memakai usia 40 atau 45 tahun sebagai patokan usia ayah lanjut, meski tidak ada titik tunggal yang tiba-tiba mengubah segalanya. Pengaruh usia ayah tetap terlihat walaupun usia istri masih muda [2], sehingga usia kedua pasangan sebaiknya dinilai bersama.

Mutasi Genetik Baru dan Kesehatan Anak

Setiap kali sel pembentuk sperma membelah, ada kemungkinan kecil terjadi kesalahan penyalinan DNA. Karena sel ini terus membelah sepanjang hidup, jumlah mutasi baru bertambah seiring usia.

Sebuah penelitian di jurnal Nature pada 2012 yang memeriksa seluruh genom 78 keluarga di Islandia memperkirakan bahwa setiap tambahan satu tahun usia ayah menambah sekitar dua mutasi baru yang diturunkan kepada anak [4]. Sebagian besar mutasi ini tidak berdampak apa pun. Para peneliti menilai temuan ini membantu menjelaskan mengapa usia ayah yang lanjut dikaitkan dengan risiko kondisi seperti skizofrenia dan gangguan spektrum autisme [4].

Penting untuk melihat angka ini secara proporsional. Peningkatannya bersifat relatif, sedangkan risiko absolutnya tetap rendah. Sebagian besar ayah berusia di atas 40 tahun memiliki anak yang sehat. Informasi ini sebaiknya menjadi bahan perencanaan, bukan sumber kecemasan.

Usia, Hormon, dan Fungsi Seksual

Selain sperma, usia juga memengaruhi hormon dan fungsi seksual. Kadar testosteron cenderung menurun perlahan seiring bertambahnya usia, dan risiko gangguan ereksi meningkat, terutama bila disertai diabetes, tekanan darah tinggi, atau obesitas. Perubahan ini dapat membuat frekuensi hubungan berkurang, yang pada akhirnya ikut memperlambat kehamilan.

Kabar baiknya, banyak dari kondisi ini dapat diperiksa dan ditangani. Menjaga kesehatan pembuluh darah dan metabolisme berarti juga menjaga fungsi seksual dan kesuburan.

Mitos dan Fakta Seputar Usia dan Kesuburan Pria

Apa yang Bisa Dilakukan?

Kapan Harus ke Dokter?

Konsultasikan dengan dokter bila:

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah kesuburan pria menurun seiring usia?

Ya. Kualitas sperma menurun bertahap, meski jauh lebih perlahan dibanding penurunan kesuburan wanita.

Pada usia berapa kesuburan pria mulai menurun?

Penurunannya bertahap tanpa satu titik pasti. Banyak penelitian memakai usia 40 atau 45 tahun sebagai patokan usia ayah lanjut.

Apakah usia ayah memengaruhi kesehatan anak?

Usia ayah yang lanjut dikaitkan dengan sedikit peningkatan risiko beberapa kondisi genetik dan perkembangan, tetapi risiko absolutnya tetap rendah.

Apakah sperma bisa disimpan untuk digunakan nanti?

Bisa. Penyimpanan sperma dengan pembekuan dapat menjadi pilihan bagi pria yang ingin menunda memiliki anak atau akan menjalani pengobatan tertentu.

Apakah pria di atas 40 tahun perlu cek sperma sebelum program hamil?

Tidak ada anjuran baku untuk cek sperma hanya karena usia, tetapi pemeriksaan bermanfaat bila pasangan belum juga hamil atau ada faktor risiko lain, agar penanganan bisa dimulai lebih awal.

Di MACHOS, Men's Fertility Center membantu pria di setiap usia memahami kondisi kesuburannya lewat analisis sperma, pemeriksaan fragmentasi DNA sperma, dan konsultasi dengan dokter andrologi. Jadwalkan konsultasi melalui WhatsApp MACHOS.

Referensi

  1. Johnson SL, Dunleavy J, Gemmell NJ, dkk. Consistent age-dependent declines in human semen quality: a systematic review and meta-analysis. Ageing Res Rev. 2015;19:22-33. doi:10.1016/j.arr.2014.10.007 · PubMed 25462195
  2. Hassan MA, Killick SR. Effect of male age on fertility: evidence for the decline in male fertility with increasing age. Fertil Steril. 2003;79 Suppl 3:1520-7. doi:10.1016/s0015-0282(03)00366-2 · PubMed 12801554
  3. du Fossé NA, van der Hoorn MP, van Lith JMM, dkk. Advanced paternal age is associated with an increased risk of spontaneous miscarriage: a systematic review and meta-analysis. Hum Reprod Update. 2020;26(5):650-669. doi:10.1093/humupd/dmaa010 · PubMed 32358607
  4. Kong A, Frigge ML, Masson G, dkk. Rate of de novo mutations and the importance of father's age to disease risk. Nature. 2012;488(7412):471-5. doi:10.1038/nature11396 · PubMed 22914163
← Semua Artikel